judul gambar

Jenis-Jenis Pressure Gauge dalam Dunia Industri yang Perlu Diketahui

Sebagai orang yang bergerak dalam dunia industri, penting bagi anda untuk memahami jenis-jenis pressure gauge yang ada. Pasalnya pressure gauge ini termasuk salah satu alat yang penting. Fungsinya yaitu untuk mengukur fluida yang ada di dalam tabung tertutup, guna kepentingan keselamatan instalasi secara keseluruhan. Selengkapnya, simak ulasan berikut.

 

Pengertian Singkat Pressure Gauge

Memahami pengertian dari pressure gauge sangat perlu sebelum anda mengenal jenis jenisnya. Bisa dibilang bahwa pressure gauge tersebut merupakan salah satu instrumen penting dalam industri, karena alat ini membantu mengontrol tekanan fluida dan menjaganya tetap dalam batas yang diperlukan suatu instalasi sistem.

Apabila tingkat tekanan dalam cairan dan gas sudah melebihi batas, pressure gauge nantinya akan memicu bunyi alarm. Sehingga tekanan dapat diturunkan dan tidak sampai meledak.

Sebab jika tekanan terus dibiarkan pada tingkat yang tinggi dalam waktu lama, instrumen atau mesin memang berpotensi meledak dan membahayakan keselamatan operator maupun lingkungan sekitar.

Prinsip kerja dari pressure gauge sendiri didasarkan pada hukum Hooke. Hukum Hooke tersebut menyebutkan bahwa gaya yang dibutuhkan untuk mengompres atau memperluas skala pegas secara linier, mempunyai keterkaitan terhadap kompresi atau jarak. Yang mana terdapat tekanan luar dan dalam.

Berdasarkan prinsip tersebut, ketika pada permukaan benda diterapkan tekanan, karena tekanannya lebih kecil maka itu lebih kepada sisi dalam.

Di sinilah jenis jenis pressure gauge akan berperan. Salah satu yang bekerja menggunakan prinsip Hooke ini yaitu pressure gauge bourdon, yang banyak digunakan di seluruh industri.

Adapun pressure gauge tersebut telah digunakan selama lebih dari seratus tahun. Akan tetapi, desain alatnya sendiri terus mengalami perkembangan seiring dengan munculnya teknologi modern.

Untuk kategorinya terbagi menjadi dua golongan besar, yakni analog dan digital. Yang mana pada zaman sekarang lebih banyak menggunakan alat pengukur tekanan digital.

 

Jenis-Jenis Pressure Gauge

Jual Pressure Gauge

1. Bourdon Tube Pressure Gauge

Jenis-Jenis Pressure Gauge

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bourdon tube pressure gauge termasuk alat pengukuran tekanan fluida yang cukup umum digunakan. Yang mana prinsip kerjanya berdasarkan hukum Hooke.

Piranti ini memiliki tabung elastis yang dilas atau disolder ke dalam soket pada salah satu ujungnya, dengan material dari stainless steel, nickel alloy, kuningan, ataupun monel.

Ketika terjadi perubahan tekanan pada fluida, maka akan menyebabkan defleksi di dalam tabung tersebut. Dimana itu sebanding tekanan yang diberikan serta dikirim dengan penunjuk ke roda gigi putar.

Biasanya bourdon tube pressure gauge banyak dipakai untuk mengukur tekanan cairan, gas, atau uap antara -1 bar sampai 1000 bar.

Akurasi penggunaannya kurang lebih 0,1% hingga 2,5% dari defleksi skala penuh. Untuk prinsip pengoperasian jenis jenis pressure gauge satu ini adalah bahwa tabung melengkung akan lurus, apabila tekanan yang diterapkan sesuai dengan yang ditunjukkan oleh dial atau pembacaan digital.

 

judul gambar
2. Capsule Pressure Gauge

Jenis-Jenis Pressure Gauge berikutnya yaitu capsule pressure gauge, yang memiliki dua diafragma bergelombang tipis konsentris. Dua diafragma tersebut disegel dengan rapat di sekeliling pressure gauge. Salah satu dari diafragma ini mempunyai lubang pada bagian tengahnya, sehingga memungkinkan media untuk masuk di antara lubang.

Dan ketika tekanan diterapkan, nantinya diafragma akan berkontraksi atau mengembang. Perubahan bentuk pada diafragma inilah yang nantinya menciptakan sebuah gerakan putar di muka pengukur.

Dengan metode kerja demikian, capsule pressure gauge umumnya digunakan secara eksklusif untuk mengukur tekanan gas, dengan kapasitas 600 mbar dan akurasi kurang lebih 1,6%.

 

3. Differential Pressure Gauge

Populer karena kesederhanaannya, differential pressure gauge memang cukup banyak digunakan dan aplikasinya pun dilakukan secara masif.

Dimana pressure gauge ini mengukur perbedaan antara tekanan di dura ruang yang telah dipisahkan oleh elemen. Dalam hal ini, elemen pemisah tersebut bergerak secara maju mundur sesuai dengan perubahan tekanan yang terjadi.

Pergerakan elemen itulah yang memberikan pembacaan tampilan digital atau menyebabkan gerakan penunjuk pada permukaan pengukur. Yang mana terdapat dua port pengukur di dalam, salah satu dipasang di sisi lebih tinggi dan satu lagi ditempatkan lebih rendah.

Port tinggi akan menunjukkan kenaikan tekanan pada pengukur dan port rendah menunjukkan penurunan tekanan.

Selain itu, dalam beberapa kasus tertentu jenis jenis pressure gauge ini memiliki piston magnet linier yang ditempatkan di antara dua ruang tekanan.

Sehingga piston magnetik linier tersebut menarik magnet putar yang terhubung ke tampilan digital atau penunjuk pengukur. Alhasil besar tekanan fluida dapat diketahui melalui proses ini.

 

4. Manometer Pressure Gauge

Selain differential pressure gauge, ada lagi jenis alat pengukur tekanan yang juga terkenal akan kesederhanaannya yaitu manometer pressure gauge.

Piranti ini bisa dibilang yang paling sederhana bisa ditinjau dari bentuknya. Alatnya sendiri terdiri atas tabung transparan yang bentuknya menyerupai huruf ā€˜Uā€™.

Sebagian sisi dari tabung tersebut diisi oleh cairan manometrik seperti air raksa. Dan salah satu ujung tabungnya terbuka ke atmoster, sementara ujung tabung yang lain dihubungkan ke lokasi dimana tekanan nantinya akan diukur.

Sebab cara manometer pressure gauge dalam mengukur tekanan yaitu dengan menyeimbangkan antara kolom cairan satu dengan lainnya.

 

5. Bellow Pressure Gauge

Jenis-jenis pressure gauge satu ini terbuat dari tabung yang berbentuk mirip dengan akordeon dan terbuat dari logam kenyal berdinding tipis. Tabung tersebut terhubung dan disegel pada ujung pengukur yang bebas. Dimana tabung akan bekerja pada bellow di ujung yang bebas itu ketika tekanan diterapkan.

Proses tersebut akan menyebabkan tabung mengembang serta menghasilkan sebuah gerakan. Pada praktiknya, bentuk bellow pressure gauge sendiri terbagi lagi menjadi dua.

Yang pertama yaitu bellow disegel antara dua ruang tekanan berbeda dan menggunakan prinsip diferensial. Sedangkan yang kedua yaitu deformasi pada pegas diseimbangkan ketika tekanan diterapkan pada bellow.

 

6. Absolute Pressure Gauge

Untuk tekanan yang tidak bergantung pada fluktuasi alami tekanan atmosfer, anda bisa mengandalkan absolute pressure gauge. Pada alat ini dipasang reference vacuum ke sisi elemen pengukur. Elemen pengukur tersebut memiliki tekanan nol tanpa variasi dan tidak dikenai tekanan.

Saat tekanan tekanan meningkat, diafragma nantinya akan memisahkan ruang media dari ruang vakum, kemudian berubah bentuk menjadi ruang vakum.

Deformasi dan perubahan ini lalu diubah menjadi nilai tekanan pada alat pengukur. Lazimnya, absolute pressure gauge ideal digunakan pada proses distilasi, sistem HVAC, dan sistem aeronautika karena tidak dipengaruhi oleh perubahan ketinggian.

 

7. Diaphragm Pressure Gauge

jual pressure gauge

Diaphragm pressure gauge memiliki cara kerja yang sama seperti prinsip bourdon tube pressure gauge. Hanya saja, jenis jenis pressure gauge ini mengukur tekanan menggunakan diafragma, alih alih menggunakan tabung fleksibel. Jadi diafragma akan ditempatkan di antara dua flensa dan menentukan perbedaan antara tekanan yang diberikan.

 

Kesimpulan

Itulah jenis-jenis pressure gauge yang ada dan penjelasan singkat mengenai apa itu pressure gauge sendiri. Mengenal jenis jenisnya tersebut akan membantu anda mengaplikasikannya pada instalasi yang tepat. Pasalnya setiap jenis bekerja dengan cara yang sedikit berbeda, sehingga paling ideal untuk mengukur tekanan pada tingkat tertentu yang juga tidak sama.

judul gambar