Daftar Isi
Penggunaan diaphragm valve di dalam sistem perpipaan yang terdapat pada berbagai industri termasuk cukup sering ditemukan, tidak kalah dari model katup lainnya. Meski pada dasarnya diaphragm valve juga memiliki fungsi yang hampir sama. Akan tetapi, jenis jenis diaphragm valve juga mempunyai karakteristik tersendiri, yang membedakannya dari katup lain. Lebih lanjut, yuk simak ulasan berikut.
Apa Itu Diaphragm Valve ?
Meskipun terbagi menjadi beberapa jenis, model valve yang tergabung dalam diaphragm valve tentunya memiliki fungsi yang sama. Sehingga penting untuk memahami dan mengenal lebih jauh terkait katup diafragma tersebut, sebelum mencari tahu mengenai jenis jenisnya.
Dimana diaphragm valve sendiri seperti yang telah disinggung di awal, bahwa mempunyai fungsi yang hampir mirip dengan jenis valve lainnya, yaitu untuk mengatur aliran fluida maupun gas. Itulah kenapa jenis katup diafragma pun sering digunakan pada sistem perpipaan suatu industri.
Meskipun begitu, tentu setiap jenis valve memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pun dengan diaphragm valve, yang mempunyai kelebihan yakni punya aliran tenang dan aliran fluida di dalamnya akan mengalir tanpa hambatan. Dengan karakteristik tersebut, katup diafragma disebut sangat baik ketika digunakan untuk flow control.
Selain itu, jenis valve tersebut juga bagus digunakan untuk penutupan aliran yang sangat cepat. Karakteristiknya tersebut bahkan berlaku meskipun terdapat kandungan suspended solid di dalam pipeline. Industri bisa menggunakannya untuk kebutuhan fluida yang bersifat korosif, gas, serta udara bertekanan.
Jenis Jenis Katup Diafragma


Jenis jenis diaphragm valve secara umum terbagi menjadi dua, yaitu jenis straightway dan jenis weir. Dimana struktur utama pada elemen katup diafragma ini yakni bonnet atau tutup cerobong, body, dan juga diafragma fleksibel.
Karena mempunyai bentuk yang cembung tepat di bagian bawah handle, tidak sulit untuk mengenali diaphragm valve tersebut. Berikut penjelasan masing masing jenisnya.
Diaphragm Straightway Valve


Diaphragm valve jenis straightway atau dikenal pula dengan nama straight-through valve adalah katup gerak linier dua arah. Fungsi dari katup diafragma jenis ini adalah untuk menghentikan aliran fluida servis bila diperlukan, jadi penggunaannya tidak sesuai apabila untuk tujuan regulasi.
Pada proses kerja diaphragm straightway valve, katup akan menutup dengan cara memutar handwheel searah jarum jam.
Dalam hal ini, katup adalah kap yang dibaut, didesain tanpa seat, dengan diafragmanya sebagai elemen penutup. Kemudian ditambah dengan roda tangan yang naik pada bagiannya.
Untuk tugas abrasi dan korosi, jenis jenis diaphragm valve satu ini ditawarkan dengan berbagai bahan pelapis.
Bila dibandingkan dengan jenis weir, lintasannya yang didesain lurus dan tawaran berbagai bahan pelapis tersebut membuat jenis valve ini lebih cocok untuk aplikasi hidup atau mati.
Karena diperlukan dalam kasus media abrasif, ketika terjadi penurunan tekanan rendah di dalam pipeline. Selain itu, ada kelebihan lain yang ditawarkan oleh diaphragm straightway valve.
Adapun kelebihan tersebut yaitu katup ini umumnya dibanderol tidak terlalu mahal, dengan perawatannya yang termasuk cukup mudah. Tidak heran apabila valve tersebut menjadi solusi untuk sejumlah besar aplikasi.
Umumnya, tipe diaphragm valve satu ini memiliki diameter dalam bentuk yang sama sebagai pipa saluran. Dan untuk membuat katup bekerja atau dalam pengoperasiannya, diperlukan banyak putaran. Sehingga valve dapat membuka atau menutup untuk mengatur fluida yang mengalir.
Diaphragm Weir Valve


Katup diafragma tipe weir biasa disebut sebagai bendungan, dengan laju aliran yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis katup diafragma lainnya.
Selain itu, jenis weir juga bisa dipilih untuk aplikasi dimana aliran yang lebih tinggi diinginkan. Karena weir valve memungkinkan peninggalan cairan untuk terperangkap di dalam katup.
Pada dasarnya, diaphragm weir valve sendiri dirancang untuk menyegel manik manik penyegel yang terdapat di luar bendung. Dimana dalam posisi terbuka, diafragma akan terangkat dan memperlihatkan badan katup di sepanjang perimeter bowl.
Sedangkan saat katup menutup, maka diafragma akan kembali ke badan katup dan memungkinkan sejumlah kecil fluida terperangkap.
Pada jenis jenis diaphragm valve ini, katup yang membuka dan menutup tidak melibatkan perputaran atau rotasi stem. Karena diafragma akan bergerak ke atas dan ke bawah dengan adanya bantuan dari piston compression.
Yang mana pada perputaran lain, piston compression tersebut digerakkan oleh pengoperasian stem atau lengan pengungkit.
Dengan desain seperti itu, valve tipe weir cenderung sangat baik untuk penutupan rapat dan throttling. Apalagi pengoperasian katup tersebut hanya membutuhkan sedikit sekali putaran, jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan diaphragm valve tipe straightway. Akan tetapi perawatan dan perbaikannya juga sama bagusnya dengan straightway valve.
Terlebih weir valve umumnya dibuat tanpa ada penyelubung atau pembungkus. Sehingga tidak heran apabila perawatan maupun perbaikannya dapat dilakukan dengan mudah.
Meskipun begitu didesain demikian, bagaimanapun tetap disediakan bonnet yang disegel dengan teflon atau pembungkus lain apabila berhadapan dengan bahan bahan kimia berbahaya.
Umumnya bahan yang digunakan untuk produksi diaphragm weir valve yaitu besi lunak, besi tulang, baja lunak, campuran bahan tahan korosi, dan juga stainless steel. Sehingga mengoperasikannya sendiri dapat dilakukan secara manual, pneumatik, atau bermotor, tergantung dari bahan mana katup dibangun.
Kelebihan dan Kekurangan Diaphragm Valve
Kelebihan Diaphragm Valve
Meskipun hadir dan didesain dengan jenis jenis diaphragm valve yang berbeda, namun secara umum kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis tersebut kurang lebih sama. Dimana terdapat banyak keuntungan yang bisa diperoleh oleh industri ketika mengaplikasikan diaphragm valve pada sistem.
Salah satunya yaitu bisa digunakan sebagai throttling katup layanan, seperti yang terlihat pada karakteristik weir valve, dan dapat pula digunakan sebagai on-off dalam sistem perpipaan.
Kedua jenis diaphragm valve bahkan tahan terhadap bahan kimia, sehingga disebut sebut sebagai katup yang tahan banting. Itu karena tersedianya berbagai lapisan yang digunakan pada katup.
Alhasil desain yang dibuat sedemikian rupa tersebut membuat kebocoran batang bisa dihilangkan. Terlebih katup jenis ini menyediakan layanan gelembung ketat, tidak heran jika diaphragm valve sangat cocok apabila digunakan untuk cairan radioaktif maupun bahan kimia berbahaya. Biasanya diaphragm valve digunakan secara ekstensif dalam farmasi, pembuatan bir, dan pengolahan makanan.
Kekurangan Diaphragm Valve
Meskipun menawarkan segudang kelebihan, tentunya diaphragm valve tidak terhindar dari kekurangan, sama seperti jenis valve lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.
Seperti jenis jenis diaphragm valve tipe weir, bendung tersebut bisa mencegah terjadinya drainase penuh pada pipa.
Selain itu, diafragma juga bisa membatasi tekanan hidrostatik. Bahkan diafragma yang digunakan secara ekstensif dalam layanan throttling dengan kandungan kotoran, memungkinkannya mengalami erosi. Terlebih katup diafragma tersebut hanya tersedia dalam ukuran yang terbatas.
Info Lainnya : Pengertian Diaphragm Valve, Fungsi Diaphragm Valve, dan Jenisnya
Kesimpulan
Jenis diaphragm valve yang beredar memang umumnya hanya dua, dan kedua jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Meski begitu, kurang lebih fungsi dan kelebihan maupun kekurangannya ada yang mirip dengan satu sama lain. Jadi pastikan industri memilih tipe katup yang tepat pada aplikasi, supaya manfaatnya dapat diperoleh dengan maksimal.


PT Lamindo Prima Mandiri Merupakan supplier jual diaphragm valve yang ada di indonesia, anda bisa kontak kami jika ada permintaan mengenai diaphragm valve ini, kami menyediakan hampir semua jenis diaphragm valve dan spesifikasi yang anda butuhkan. Kami juga merupakan distributor valve dari manual hingga control, berbagai brand kami bisa supply seperti brand china, eropa, maupun amerika.



